Vitus Polikarpus Bisnis Online Membantu para Pemula untuk Membangun Fondasi Bisnis Online yang Kuat Teknik Menulis Artikel sesuai Kebutuhan SEO

Teknik Menulis Artikel sesuai Kebutuhan SEO

Teknik Menulis Artikel sesuai Kebutuhan SEOMenulis Artikel menggunakan page speed Insight, MOZ, SEOQuake, Keyword Density, Internal & Eksternal Link. Setelah 3 tahun menulis artikel dan membangun beberapa blog dengan domain dan hosting sendiri, bahkan telah membuka bimbel RWP Jatijajar sebagai sarana berbagi ilmu, dan juga mengikuti berbagai forum dan grup diskusi, akhirnya hari ini  tergerak juga hati ini, untuk menuliskan teknik menulis artikel sesuai kebutuhan  SEO.

Dalam artikel ini akan dipelajari hal-hal apa saja yang perlu dipertimbangkan, sebagai persiapan menulis artikel, sehingga setiap artikel yang kita tulis akan terarah dan terstruktur, mudah dipahami, runtut, dan mudah dipahami juga oleh robot google:

  1. Teknik Menulis Artikel sesuai kebutuhan Analisis SEOuake
    1. Teknik Menulis Artikel sesuai Kebutuhan H1-H6
    2. Teknik Menulis Artikel sesuai Kebutuhan Keyword Density
    3. Teknik Menulis Artikel dengan Anchor Text untuk Internal Links  dan External Links
  2. Teknik Artikel sesuai kebutuhan Struktur Data dan Data Highlighter
    1. Teknik Menulis Artikel sesuai Kebutuhan Page Speed Insight
  3. Teknik Menulis Artikel sesuai Kebutuhan Pengunjung dan Analisis MOZ

1.Teknik Menulis Artikel sesuai kebutuhan Analisis SEOuake

SEOQuake menjadi alat ukur awal, yang digunakan ketika menulis artikel, sebelum artikel dipublish, sebaiknya artikel dipreview terlebih dahulu, kemudian didiagnosis dengan SEOQuake, untuk melihat beberapa hal; mulai dari jumlah karakter URL, Judul, deskripsi,  meta keyword, H1-H6, apakah gambar sudah dilengkapi dengan alt textnya, berapa nilai Text/HTML Ratio, dan beberapa hal lainnya.

Harapan akhir dari diagnosis SEOQuake adalah, mendapatkan centang hijau untuk keseluruhan kriteria yang dibutuhkan. Jika tidak memungkinkan untuk mendapatkan centang hijau, minimal sekedar mendapatkan warning, namun jangan sampai ada kriteria yang dibubuhi segitiga merah dengan tanda seru di dalamnya. Jika masih ada, artinya artikel yang sedang Anda tulis perlu diperbaiki terlebih dahulu sebelum dipublish. Atau jika sudah terlanjur dipublish, silahkan diedit kembali hingga memenuhi kriteria minimal.

 

i.Teknik Menulis Artikel sesuai Kebutuhan H1-H6

H merupakan singkatan dari Heading yang berarti juga sebagai judul. Analisis SEOQuake mengharapkan adanya minimal H1,H2,H3, agar mendapat centang hijau, dan akan lebih baik jika ada H1,H2,H3,H4,H5,H6 secara lengkap. Karena judul artikel biasanya sudah distandarkan secara umum menjadi H1, maka H2-H6 bisa dibuat sebagai Sub Heading atau Sub Judul. Satu sub judul menjelaskan satu topik, bisa terdiri dari satu atau beberapa paragraf.

Maka untuk memenuhi standar diagnosis SEOQuake buatlah minmal dua sub judul, dan dibuat sebagai H2, dan H3. Namun jika memungkinkan, sebaiknya dibuat sebanyak lima sub judul sehingga ada H1-H6 di dalam satu artikel

 

ii.Teknik Menulis Artikel sesuai Kebutuhan Keyword Density

SEOQuake memiliki fasilitas yang mengukur kerapatan, atau yang menghitung persentasi setiap keyword di dalam suatu artikel. Density yang ditoleransi antara 2%-5%. Untuk memahami arti persentasi ini di dalam diagnosis SEOQuake, ada kritria Text/HTML ratio yang harus dicapai minimal 15% dan jika bisa melampaui 50% akan diberikan centang hijau. Apa arti persentasi ini ? Yakni perbandingan antara jumlah kata atau teks dibandingkan dengan format html.

Tulisan seperti apa yang bisa dihitung sebagai html ? Yakni tulisan yang dibuat menjadi Heading mulai dari H1-H6, kemudian setiap kata yang ditebalkan, dimiringkan, digarisbawahi, diwarnai, atau paragraf dan kalimat yang ditulis dalam bentuk bullet point.

Dengan demikian Keyword Density adalah; perbandingan antara jumlah keyword dengan teks lainnya dalam satu artikel. Normalnya antara 2%-5%, sehingga dengan bantuan Diagnosis SEOQuake density, suatu keyword bisa dievaluasi, keyword mana yang sudah terlalu sering diulangi penulisannya, dan keyword mana yang masih berpeluang ditulis lebih banyak, agar bisa mencapai persentase minimal 2% dalam artikel tersebut.

 

iii.Teknik Menulis Artikel dengan Anchor Text untuk Internal Links  dan External Links

Anchor Text atau jangkar, digunakan untuk menghubungkan suatu keyword ke URL artikel di blog|website tertentu, atau menghubungkan keyword ke artikel lain di dalam satu blog|website. Jika Anchor  Text diarahkan untuk menguhubungkan  keyword ke artikel lain di dalam satu blog|website, maka disebut sebagai Internal Link. Sedangkan jika Anchor Text diarahkan untuk menuju link ke artikel di blog\website yang berbeda, disebut sebagai External Link.

Sebaiknya antar setiap artikel, ada Anchor Textnya, sehingga seluruh artikel dalam satu blog|website akan saling terhubung, menjadi satu rangkaian yang saling menyatu dan saling melengkapi. Sedangkan bagian artikel yang butuh penjelasan lebih panjang lebar, bisa digunakan Anchor Text ke blog|website lain, atau disebut External Link. Namun sebaiknya jangan terlalu banyak externnal link dalam satu artikel atau blog, karena akan memicu pengunjung untuk meninggalkan blog Anda. Sebagian master SEO menyatakan, maksimal eksternal link yang ada di dalam satu blog jangan lebih dari 100 external link. Namun keputusan kembali kepada kebutuhan dan keputusan masing-masing, sesuai dengan tujuan pembuatan blog|websitenya.

Sekarang, coba scroll sebentar artikel ini ke atas,  dan lihat paragraf kedua, disana ada bullet point yang memiliki link. Jika diklik, maka akan mengarah ke bagian artikel yang menjelaskan rinciannya. Itu juga merupakan anchor text. Model ini biasa digunakan untuk artikel yang panjang, sehingga lebih mudah menemukan bagian artikel yang akan dibaca sesuai kebutuhan pembaca artikel.

Maka jika artikel Anda terdiri dari beberapa bagian yang perlu dijelaskan secara lebih detail, maka buatlah sub judulnya dalam bentuk bullet point, dan setiap item bullet buat menjadi Sub Judul, dan buatkan anchor text dari bullet point, ke sub judul tersebut, sehingga pengunjung bisa memilih dan mengunjungi langsung, bagian artikel tertentu yang ingin dibacanya.

 

2.Teknik Artikel sesuai kebutuhan Struktur Data dan Data Highlighter

Data Highlighter membutuhkan data tentang: Title, Author, Date Published, Image, Category, Avarage Rating. Sebaiknya Struktur data untuk penulisan artikel, baik di page maupun di postingan dibuat sama, khususnya dalam peletakan setiap item yang dibutuhkan, sehingga ketika dilakukan Data Highlighter, robot lebih mudah memahami artikel kita. 

Dalam hal ini, tentu sudah pasti ada Title, yakni judul setiap artikel. Author adalah penulis itu sendiri, namun pertanyaanya adalah; dimana tempat lebih aman dalam meletakkan  posisi author ini ? Banyak penulis artikel menempatkan di bagian footer blog, namun permasalahannya adalah; ketika artikel ditampilkan dalam mobile theme, maka bagian footer ini tidak akan terlihat dengan baik, sehingga ketika dilakukan data highlighter, maka akan kesulitan melihat dimana letak authornya. Maka solusinya adalah; melakukan pengaturan di metadata di dasboard blog. Lengkapilah menu Publisher Setting,  dengan Google+ publisher profile URL, sehingga nama Author|Publisher akan tercantum di bagian atas setiap artikel.

Lakukan hal yang sama untuk category, sehingga tampil bersamaan tempatnya di bagian atas setiap artikel dengan demikian ketika dilakukan highlighter, maka kategory artikelnya akan mudah ditemukan dan ditentukan.

 

a.Teknik Menulis Artikel sesuai Kebutuhan Page Speed Insight

Satu faktor yang sering mempengaruhi kecepatan loading blog|Page Speed Insight adalah ukuran gambar. Gambar|image adalah bagian penting dalam suatu artikel, karena ketika melakukan data highlighter, juga dibutuhkan satu image sebagai thumbnail artikel tersebut. Sehingga lengkapilah setiap artikel, dengan minimal sebuah gambar sebagai thumbnail daripada artikel tersebut, dan ketika artikel tersebut dishare ke social media, gambar tersebut menjadi thumbnail daripada artikel tersebut.

Agar tidak membebani kecepatan loading blog, maka usahakan agar setiap gambar yang dijadikan thumbnail sebuah artikel, dibuat dengan ukuran kecil, jika memungkinkan dibuat dengan ukuran di bawah 100 kb, akan lebih baik jika bisa dibuat di bawah 10 kb. Gunakan photoshop untuk mengedit ukuran gambar dengan ukuran lebar 150 pixel, dan simpan sebagai web page, agar hasilnya dalam bentuk Gift.

Jika artikel yang dibuat berupa tutorial, yang membutuhkan banyak gambar, maka sebaiknya setiap gambar dibuat dalam format Gift, dengan ukuran maksimal 100 kb. Atau jika memungkinkan, lebih baik menggunakan video youtube yang diembed di artikel, sehingga gambar tidak terlalu banyak di dalam satu artikel.

Bagaimana dengan artikel postingan produk di blog toko online ? Bukankah gambar menjadi bagian penting dalam postingan produk ? Bukankah gambar yang bagus dan menarik sangat dibutuhkan, agar pengunjung tertarik membelinya ?  Ya,. di satu sisi, hal itu benar, jika ingin menyajikan  gambar produk berkualitas, buatlah gambar produknya dalam format PNG, namun buat ukurannya lebih kecil, agar tidak melebihi ukuran 100 kb. Sebelum mengubah ukuran sebuah gambar sebaiknya naikkan dulu resolusinya, sehingga kualitas gambarnya lebih bagus. Dan satu hal yang paling penting, buatlah ukuran seluruh gambar sama besarnya, dalam ukuran lebar dan tingginya, sehingga home page blog Anda yang berisi pajangan produk, akan terlihat tersusun rapi.

Widget yang ada di side bar setiap blog, juga akan mempengaruhi Page Speed Insight, sehingga minimalkan penggunaan widget dan jika terpaksa harus banyak banner di widget, usahakan mengompresnya terlebih dahulu agar tidak membebani kecepatan loading blog.

Setiap gambar yang digunakan di artikel, sebaiknya dilengkapi dengan Alt Text yang sesuai dengan keyword utama artikel tersebut, sehingga gambar yang akan tampil di google image tersebut, juga berpeluang mendatangkan pengunjung ke artikel di blog. 

 

3.Teknik Menulis Artikel sesuai Kebutuhan Pengunjung dan Analisis MOZ

Artikel apa yang seharusnya ditulis ? Sejak tiga tahun lalu, ketika pertama sekali membuat blog, saya senang menulis apa yang saya anggap baik, dan penting diketahui oleh orang lain. Maka saya menulis artikel berupa tutorial step by step bagaimana melakukan sesuatu. Namun pengunjung sepi, maka belakangan saya pahami bukan apa yang saya anggap penting yang harus saya tulis, jika ingin mendatangkan pengunjung yang banyak, tetapi saya harus menulis, apa yang dicari dan dibutuhkan oleh pengunjung. Maka rajin-rajinlah mengunjungi google keyword planner, untuk mendapatkan ide artikel yang banyak dicari oleh pengunjung.

Pengunjung juga perlu dirangsang untuk mau, dan bersedia memberikan komentar, tanggapan, saran, masukan, atas setiap artikel yang ditulis. Dan pengunjung tentu butuh sesuatu sebagai imbal balik atas komentar yang diberikan, yaitu backlink. Untuk itu sediakan form komentar, yang memungkinkan pengunjung untuk menuliskan alamat websitenya.

Backlink sangat penting dalam sebuah artikel, untuk itu kita harus belajar menulis artikel yang satu topik di berbagai social media, untuk menanamkan anchor text sesuai keyword di artikel yang kita tulis, di artikel di blog kita. Dengan demikian artikel yang kita tulis di social media tersebut, akan berpeluang mendatangkan tektual backlink, ke artikel di blog kita. Belajar juga memberikan komentar di blog orang lain, dan gunakan keyword artikelmu sebagai nama pemberi komentar khususnya di blog dofollow, agar keyword tersebut mendapatkan backlink yang baik.

Analisis MOZ akan memberikan laporan; berapa banyak backlink yang diperoleh dari situs yang Domain Authority (DA) dan Page Authority (PA) tinggi, yang akan memberikan backlink berkualitas terhadap artikel. Dengan demikian, cobalah direncanakan untuk menulis komentar di artikel blog yang dofollow, dan DA|PA tinggi. Backlink yang berkualitas adalah backlink yang datang dari blog yang relevan dengan topik artikel kita.

Gunakan juga data MOZ untuk melihat Spam Score sebuah artikel yang ingin dikomentari, jika spam skornya cukup besar sebaiknya tidak perlu memberikan komentar disana. Namun jika spam score kecil bahkan mendekati nol, silahkan berikan komentar disana untuk mendapatkan backlink.

Sebaliknya gunakan juga data MOZ untuk melihat DA|PA yang tinggi, jika scorenya mendekati 100, usahakan untuk bisa meninggalkan komentar disana, karena dari sanalah diperoleh backlink yang berkualitas.

Pertimbangkan juga untuk membaca laporan Google Analytics tentang Organic Keywords, karena bisa dijadikan ide dalam penulisan artikel, dengan cara memasukkan keyword yang dituliskan oleh pengunjung dalam menemukan artikel di blog kita, ke dalam artikel. Cara penulisannya mungkin salah, dan tidak sesuai dengan penulisan keyword yang benar, namun itulah yang dituliskan pengunjung untuk menemukan artikel kita, maka sebaiknya dipertimbangkan untuk dijadikan keyword turunan di dalam artikel yang sedang ditulis.

Sebagai referensi dalam Teknik Menulis Artikel sesuai SEO ini, silahkan baca juga Cara Membuat Artikel, disana akan dijelaskan lebih detail, bagaimana penyebaran keyword di setiap paragraf. Dan bagaimana melakukan share ke berbagai social media, dan social bookmarking, untuk setiap artikel yang telah diterbitkan. Semoga artikel ini layak dijadikan sebagai panduan ringkas dalam penulisan artikel yang sesuai dengan harapan SEO dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × five =