Vitus Polikarpus Bisnis Online Membantu para Pemula untuk Membangun Fondasi Bisnis Online yang Kuat Pendidik dengan Pola pikir Proposal

Pendidik dengan pola pikir Proposal

Pendidik dengan pola pikir Proposal

Pendidik dengan pola pikir Proposal

Dalam perjalananku menawarkan pelatihan di berbagai sekolah, kerap kali saya bertemu dengan satpam, guru, kepala sekolah yang berpikir segalanya harus pakai proposal, bahkan orang yang mau memberi sumbangan ilmu pun harus pakai proposal. Ya itulah sebagian pendidik dengan pola pikir proposal.

Seorang guru ditawarkan ilmu yang berguna untuknya sendiri, harus seizin kepala sekolah terlebih dahulu. Di hati kecil saya bertanya, apa benar seorang pendidik hanya mau menimba ilmu jika sudah diizinkan oleh kepala sekolahnya ? Kepala sekolah mana yang membuat aturan bahwa penawaran pelatihan untuk menambah ilmu pengetahuan seorang guru harus mendapat persetujuannya terlebih dahulu ?

Seorang satpam berani menolak tamu karena belum ada janji dengan kepala sekolah, bahkan jika bawa proposal pun, proposalnya harus dititip lewat satpam, dan setelah mendapat persetujuan dari kepala sekolah, si tamu baru bisa diperbolehkan masuk. Hebat benar birokrasi pendidikan di sekolah ini ya, semua harus sesuai sistim dan prosedur, dan hebatnya prosedurnya adalah tidak mengijinkan tamu yang datang masuk pekarangan sekolah, harus berdiri di luar pagar,  menunggu negosiasi satpam dengan kepala sekolahnya sehubungan dengan proposal yang dibawa si tamu. Sungguh luar biasa rasa kemanusiaannya.

Ada banyak guru yang  menolak penawaran pelatihan dengan alasan sudah banyak menerima pelatihan, dan sudah ada kerjasama pelatihan dengan pihak lain. Salut buat si guru yang merasa sudah terlalu banyak menerima pelatihan, semoga ia sudah benar-benar menjadi pendidik yang bisa diandalkan. Namun pesan orang bijak, di atas langit masih ada langit. Apa benar ilmunya sudah cukup untuk menjadi seorang pendidik yang berkompeten ?

Ada banyak guru yang menolak penawaran pelatihan karena merasa tidak punya waktu, sangat sibuk. Dua jempol buat guru yang merasa keletihan dan selalu merasa super sibuk  sebagai seorang pendidik ? Namun pertanyaan saya adalah : Apakah Anda benar-benar guru yang berkompeten ? Karena seyogiayanya, semakin lama jam terbang Anda sebagai guru, seharusnya waktu luang Anda akan semakin banyak, karena  bahan ajar Anda sudah terakumulasi dengan baik, kalaupun ada perubahan prosedur, atau perubahan kurikulum, Anda tinggal mengolah data base bahan ajar yang sudah Ada, itu jika Anda benar-benar seorang guru atau pendidik  yang berdisiplin, dan memahami serta memanfaatkan kecanggihan Internet dan Teknologi  (IT). Dan ketika seorang guru merasa terlalu sibuk mempersiapkan bahan ajar, pertanyaan saya adalah; sungguhkah Anda sudah menggunakan alat bantu IT untuk mempermudah pekerjaanmu sebagai seorang pendidik ?

Di suatu sekolah seorang guru menolak pelatihan pembuatan vidio bahan ajar yang akan diupload ke youtube dan blog dengan alasan, itu tidak perlu, youtube  sangat berbahaya bagi siswa dan akan sangat sulit dikontrol. Saya pulang dengan perasaan geli, hari gini, masih ada guru yang antipati dengan youtube ! Efek negatif  youtube lebih mendominasi pikirannya, daripada segudang manfaat yang bisa diperolehnya. Siswa bebas akses youtube, bahkan lewat HP pun bisa, namun masih ada guru yang merasa mengharamkan youtube bagi siswanya.  Dia tidak tahu PSY jadi milyader lewat lagu yang diuploadnya di youtube, dia tidak melihat sisi positip youtube, yang membantu banyak orang jadi terkenal lewat youtube.

Namun apapun alasan mereka saya hargai, karena itu adalah hak mereka.  Jika pun banyak pendidik dengan pola pikir proposal itu juga adalah hak mereka untuk memiliki pola pikir demikian, dan saya tidak berkeinginan untuk mengubah pola pikir mereka. Mereka menolak ilmu pengetahuan yang saya tawarkan, itu adalah kerugian mereka sendiri. Saya juga tidak ingin diwajibkan untuk membuat proposal agar saya mendapat waktu dan tempat untuk membagikan ilmu yang saya miliki. Terima kasih buat Anda semua yang menolakku, karena energi dan waktuku tidak habis terbuang untuk Anda, dan karena penolakan Anda, lebih banyak waktu yang bisa saya gunakan untuk membantu guru dan pendidik lain yang memiliki pola pikir pembelajar, bila perlu menuntut ilmu hingga ke Negeri Cina.

Berbahagialah Anda yang menerima ilmu yang saya bagikan, karena Anda telah membuka peluang pengembangan ilmu pengetahuan, bahkan Anda berpeluang mendapat  pelatihan online, etraining lewat social media dalam jangka panjang. Terima kasih juga buat guru atau pendidik dengan pola pikir Proposal, karena Anda telah menempa saya untuk terbiasa dengan penolakan. Salam Pembelajar.

Jika Anda ada komentar, saran, atau ingin konsultasi, silahkan gunakan kontak form Hubungi Vitus Polikarpus eTraining

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eleven − four =